Bahaya Sex Toys bagi Kesehatan & Solusinya


Bahaya Sex Toys bagi Kesehatan & Solusinya

Benarkah sex toys menyimpan bahaya laten? Resiko kesehatan mengendap tersembunyi yang baru terlihat efeknya di masa depan? Apa yang membuat sex toys berbahaya? Lantas apakah semua alat memiliki resiko sama bagi pemakainya?


Bahaya terbesar dari semua jenis sex toys lazimnya disebabkan oleh dua karakteristik atau ciri fisik yang melekat padanya. Karakteristik fisik sex toys itu adalah (1) adanya kandungan bahan kimia phthalates, dan (2) permukaan sex toys yang berpori.

Memang, tidak semua piranti dewasa pasti memiliki ciri fisik dimaksud. Tetapi bukan berarti jika tak ada keduanya maka sex toys pasti aman. Logika ini terlalu naif, bahaya itu tetap ada, namun dalam tingkatan yang lebih rendah.

Untungnya dengan cara penggunaan, pembersihan serta penyimpanan tepat, bahaya sex toys bagi kesehatan dapat ditekan hingga minimal atau bahkan hilang sama sekali (zero risk)!

Penting tuk dicatat, keberadaan ciri-ciri di atas sangat bergantung pada dua faktor utama, yakni bagaimana proses produksi sebuah alat bantu sex serta apa bahan baku yang digunakan.

Di pasaran, ada ratusan jenis sex toys yang sebenarnya telah diproduksi dengan cara-cara benar tanpa menggunakan phthalates. Namun karena menggunakan bahan baku berpori, alat bantu tersebut tetap menyimpan bahaya laten bagi pemakainya. Resiko serupa juga berlaku sebaliknya.


Bahaya Sex Toys yang Mengandung Phthalates

Sebenarnya pemanfaatan phthalates bukan monopoli piranti dewasa saja. Justru banyak produk berbahan dasar plastik di sekitar kita memilikinya. Dari smartphone atau laptop yang sedang kita gunakan untuk browsing, hingga interior mobil dan perlengkapan rumah tangga biasa. Namun biasanya kadar phthalates dalam semua piranti atau produk tersebut masih sesuai aturan berlaku.

Phthalates sendiri merupakan zat kimia yang lazim digunakan dalam proses produksi sebagai pelunak karet agar lentur elastis. Kelenturan itu akan mempermudah pembentukan alat bantu sex ke wujud komersialnya. Hampir seluruh negara di dunia memiliki kebijakan ketat terhadap penerapan zat ini. Sedikit di atas ambang batas yang diijinkan, sebuah produk akan segera dihentikan peredarannya.

Walaupun belum ada bukti empiris, tingginya kandungan zat ini, baik pada sex toys maupun produk berbahan plastik lainnya, dalam jangka panjang ditengarai dapat menyebabkan kanker, masalah fertilitas serta gangguan hormonal.

Untungnya, Kebanyakan sex toys malah tidak mengandung phthalates, ataupun kalau ada intensitasnya masih sesuai regulasi berlaku. Ini karena ketatnya pengawasan pemangku kebijakan atas peredaran barang tersebut. Di sini pihak produsen dipaksa ikut aturan main jika mau terus berproduksi, terhindar dari jeratan hukum dan kerugian bisnis.

Rata-rata alat bantu sex yang beredar di Indonesia berasal dari China dan Jepang. Ada juga yang diimpor dari US atau Eropa, namun jumlahnya tak seberapa. Sebagaimana di Indonesia, negara-negara tersebut juga memiliki aturan ketat terhadap dengan kandungan bahan berbahaya sebagai bagian dari perlindungan konsumen. Malah pengawasannya jauh lebih baik daripada di sini!

Dari sisi konsumen, hal ini cukup melegakan. Setidaknya kita tidak dapat menggeneralisir bahwa semua alat bantu sex pasti berbahaya. Tapi kami ingatkan, jangan terlena dulu, resiko itu tetap ada, apalagi jika penggunaan dan perawatannya tak tepat.

Guna mengeliminir bahaya pemakaian, pada setiap halaman produk, kami selalu menyertakan link ke penjelasan bahan, cara pakai serta bagaimana merawat alat bantu sex.


Bahaya Sex Toys dengan Permukaan Berpori

Seperti halnya phthalates, tak semua alat bantu sex permukaannya berpori. Hanya produk vibrator atau dildo murah saja yang kemungkinan besar memilikinya. Ada atau tidaknya pori-pori sepenuhnya bergantung pada pilihan bahan baku alat.

Sex toys dari silikon dan TPR/TPE (medical grade thermoplastic) tidak berpori, sedangkan Cyberskin, Jelly, PVC dan Lateks umumnya ada pori-porinya. Kami telah memaparkan karakteristik tiap bahan pada tulisan bahan baku alat bantu sex.

Permukaan berpori berbahaya karena lubang pori dapat menjadi tempat tinggal dan berkembangnya bakteri atau kuman penyebab penyakit. Bakteri/kuman dapat masuk ke sana saat pemakaian ataupun ketika disimpan. Produk seperti ini terlalu berbahaya untuk dipinjamkan kepada orang lain karena resiko penularan penyakitnya cukup besar.

Resikonya kian tinggi bila cara membersihkannya keliru atau tidak tepat. Ditambah bakteri atau kuman tidak bisa begitu saja hilang hanya dengan menyiramkan air biasa. Hanya upaya sterilisasi yang bisa melenyapkan bateri dan kuman tersebut.

Menurut National Institutes of Health, di USA ditemukan sejumlah penyakit menular seksual (STD – Sexual Transmitted Disease) yang disebabkan oleh pemakaian piranti dewasa. Beberapa diantaranya adalah trikomoniasis, klamidia, penyakit radang panggul dan herpes genital.

Perawatan alat bantu sex yang keliru rentan mengakibatkan infeksi bakterial. Jika sistem imun tubuh tak sanggup lagi menahannya dapat berujung pada kehadiran penyakit, baik ringan maupun berat.

Solusi Meminimalisir Resiko

Kedua bahaya tersebut dapat dengan mudah, murah dan cepat dicegah dan diminimalisir hanya dengan memasangkan kondom pada alat bantu sex. Ini adalah solusi universal yang bisa diterapkan pada hampir semua alat. Densitas material kondom telah terbukti handal mencegah tubuh manusia terkontaminasi zat berbahaya, bakteri atau kuman penyebab penyakit.

Kita juga dapat menyempurnakan langkah pencegahan ini dengan melakukan perawatan kebersihan sesuai jenis bahannya. Baiknya perawatan dilakukan sebelum maupun setelah pemakaian. Ketika piranti telah steril, takkan ada lagi rasa khawatir atau was-was yang mengganggu kenikmatan permainan.

Misalkan Anda tidak tahu pasti apa bahan baku produk yang dimiliki, kami telah membuat panduan umum membersihkan sex toys yang dapat dijadikan dasar pegangan solusi pencegahan bagi Anda.


Rekomendasi Alat Bantu Sex




Info Lainnya




One thought on “Bahaya Sex Toys & Solusinya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>