Bahan Baku Alat Bantu Sex


Bahan Baku Alat Bantu Sex

Informasi jelas tentang bahan baku sex toys adalah hak konsumen. Sayang, banyak penjual yang tidak menginformasikannya. Ironisnya ada pula yang "memalsukannya", bukan silikon dibilang silikon. Ini mungkin karena ketidaktahuan mereka atau memang suatu kesengajaan.


Tak seperti yang dikira banyak orang, alat bantu sex tidak melulu terbuat dari silikon. Tahukah Anda ternyata ada begitu banyak macam bahan dasar pembentuk sex toy? Tiap bahan pun memiliki sifat/karakteristik unik yang berimbas pada perbedaan “rasa” atau “feel” alatnya.

Bagi pembeli dan pemakai, wajib hukumnya mengenali bahan baku sex toys. Pengetahuan ini menjadi penting karena berhubungan langsung dengan kesehatan, tingkat keamanan, cara pakai dan metode perawatan alat. Apalagi, ketidaktahuan konsumen sering dijadikan bulan-bulanan iklan penjual.

Selain membuatnya lebih awet tahan lama, pemakaian dan perawatan yang tepat sesuai bahan dasarnya juga menjamin pengguna bebas dari bahaya atau resiko apapun.

Seperti halnya strata sosial, bahan baku alat bantu sex juga terbagai dalam kelompok atau “kasta”, dari tertinggi hingga terendah. Kasta inilah yang menentukan mahal atau murahnya suatu produk serta kemudahan dalam perawatannya.

Sejumlah bahan baku alat bantu sex yang luas beredar serta memiliki pengguna cukup banyak antara lain, (1) silikon, (2) thermoplastic (TPR/TPE/ABS/Elastomer), (3) cyberskin (realistic), (4) jelly dan (5) PVC/lateks.

Tulisan ini dibatasi hanya membahas jenis bahan baku disertai ciri, sifat atau karakteristiknya. Cara merawat alat menurut bahannya kami sajikan dalam tulisan tersendiri. Direct Linknya dapat ditemukan pada akhir penjelasan tiap bahan.

Silikon

Lembaran Silikon
Lembaran Silikon
Silikon merupakan material sintetis hasil pengembangan dari polimer. Silikon benar-benar sangat awet dan sangat aman, membuatnya sangat cocok dijadikan bahan dasar alat bantu sex. Sayangnya, harga silikon murni tidaklah murah, sehingga biasanya hanya diperuntukkan bagi produk sex toys mewah dari kelas atas.

Karena keunggulannya penerapan silikon bisa begitu luas, mulai dari dunia medis hingga otomotif. Fleksibilitasnya nyaris tak terbatas. Mungkin yang bisa membatasinya hanya kreativitas dan imajinasi dari produsen.

Alat bantu sex yang paling sering menggunakan bahan silikon murni adalah Boneka full body realistis, dildo dan aneka vibrator. Tentunya pemakaian silikon membuat harga produk jadi selangit dan tak terjangkau oleh semua kalangan. Contohnya boneka full body full silicone, harga jual terendahnya bisa mencapai 70 juta rupiah.

Karakteristik Silikon

  • Teksturnya super lembut dan realistis, kelembutannya sedikit di atas cyberskin.
  • Permukaan licin, debu atau kotoran kecil takkan menempel di sana.
  • Kenyal elastis sekaligus sangat kuat sekalipun menerima tekanan berat.
  • Bersifat antialergi (hypo-allergic).
  • Tidak memiliki pori-pori, tak ada tempat hinggap bagi mikroba atau bakteri (anti mikrobial).
  • Tahan panas hingga kisaran suhu 300°C, sehingga dapat disterilkan dengan cara direbus.
  • Tahan paparan terhadap larutan pemutih 10%.
  • Sangat aman, mudah dibersihkan, daya tahannya berkali lipat dibanding semua bahan lainnya.

Thermoplastic (TPR/TPE/ABS/Elastomer}

Butiran Thermoplastic
Butiran Thermoplastic
Ini adalah jenis bahan paling banyak digunakan produsen dunia. Alasannya sederhana, harga lebih murah dibanding cyberskin (realistic), namun dapat menyaingi karakteristik fisiknya.

Asalnya dari plastik keras yang dilunakkan. Pelunakannya tidak menggunakan phthalates (bahan kimia berbahaya untuk melunakkan plastik), jadi tidak berbahaya bagi tubuh manusia.

TPR/TPE/ABS/Elastomer sering digunakan pada penis sleeves (kondom modif), ring getar (cincin penggeli), soft-vibrator, dildo, realistic vibrating vagina (vagina getar), masturbator pria serta hampir semua produk dewasa lainnya. Boneka full body murah juga mengambil keuntungan dari rentang harga bahan yang terjangkau.

Karakteristik Thermoplastic

  • Permukaan mulus halus, lembut, dan licin, tapi kualitasnya masih sedikit di bawah cyberskin.
  • Hampir tak ada lagi impresi bahwa ini adalah bahan plastik, terkecuali ABS yang masih menyisakan “rasa” plastiknya.
  • Juga bersifat anti debu.
  • Umumnya tak berbau, kalaupun ada baunya tidak menyengat.
  • Dapat diproduksi dalam bentuk kaku atau lentur elastis dengan ketebalan variatif.
  • Lebih rentan terhadap cairan berminyak (mineral oil).
  • Tahan terhadap alkohol hingga kadar 75%.
  • Terbagi dalam dua kelas, standar dan medis (medical grade). Produk standar memiliki pori-pori, sedangkan medical grade tidak berpori layaknya silikon.
  • Bersifat hypo-allergenic, resiko alergi bagi pemakai yang sensitif terhadap bahan tertentu hampir tidak ada.
  • Kesalahan penyimpanan mudah membuatnya lumer seperti es krim yang terkena panas.
Termoplastic medical grade termasuk TPR/TPE/ABS (tak berpori), sedangkan untuk standard grade ada Elastomer (berpori). Walaupun berpori, kualitas maupun keamanan elastomer jauh melebihi jelly.

Karena perbedaan kelas, perawatan untuk TPR/TPE/ABS tak sama dengan Elastomer.
Perawatan TPR/TPE/ABS.
Perawatan Elastomer.


Realistic (Cyberskin)

Bahan dasarnya adalah elastomer (thermoplastic standar) yang kian dilembutkan agar sebisa mungkin mirip kulit manusia (realistis). Teknik pembuatan bahan ini awalnya dirancang oleh NASA dan kemudian diadopsi oleh Topco Sales. Untuk mempermudah pemasaran, mereka lalu melabelinya dengan merek Cyberskin™.

Beberapa produsen lain belakangan turut menjualnya dengan merek berbeda, sebut saja NeoSkin®, UltraSkin atau Fauxskin™. Namun orang terlanjur mengenalnya dengan nama Cyberskin. Ini seperti menyebut Honda untuk sebuah sepeda motor di Indonesia.

Alat bantu sex yang menggunakan bahan baku ini antara lain, vibrator, dildo, boneka sex (sex doll), fleshlight dan lain-lain. Umumnya harga jual produk berbahan ini sedikit di atas thermoplastic.

Karakteristik Cyberskin

  • Tekstur halus senyata kulit manusia, kehalusannya bahkan menyamai kulit bayi.
  • Permukaan agak licin dan seperti dilapisi taburan bedak atau bubuk, membuatnya terasa lembut seperti beludru.
  • Karena licin, debu atau kotoran tidak mudah menempel.
  • Ada sedikit rasa hangat ketika dipegang.
  • Walau lembut namun tetap solid dan kokoh dalam genggaman.
  • Lebih tahan lama dibanding lateks/jelly, namun jika tidak disimpan dan dirawat baik dapat menjadi lengket.
  • Memiliki pori-pori.
  • Aroma sedikit menyengat (tidak untuk semua produk).
  • Tidak tahan alkohol.
Berhati-hatilah dengan penjual atau produsen menyatakan produk mereka berbahan silikon, padahal sebenarnya tidak. Karena jika konsumen merawat bahan non-silikon ala silikon murni, selain alat bantu sex dapat mudah rusak, resiko kehadiran penyakit pun cukup tinggi.

Jelly

Karet Jelly
Karet Jelly
Jelly dihasilkan dari campuran PVC dan lateks (karet/rubber) yang dilunakkan hingga bertekstur lembut. Sayangnya kebanyakan produk berbahan jelly yang mengandung phthalates (zat kimia pelunak plastik).

Adanya phthalates membuat konsumen harus ekstra hati-hati ketika menggunakan alat bantu sex berbahan karet jelly. dimana kontak langsung pada bahan secara terus-menerus dalam jangka panjang dapat beresiko terhadap kesehatan. Untungnya, dengan tips pemakaian yang sesuai, resiko itu dapat ditekan seminim mungkin.

Karena proses produksi seperti itulah, harganya bisa sangat murah, jauh di bawah thermoplastic. Saking murahnya, produk berbahan jelly, terutama dildo, sempat booming pada dekade lalu.

Karakteristik Jelly

  • Jelly biasanya hadir dalam wujud transparan (tembus pandang).
  • Teksturnya cukup lembut, walau tak selembut cyberskin ataupun thermoplastic
  • Permukaan agak keset.
  • Terkadang masih tercium aroma karet walau tak terlalu menyengat.
  • Densitas pori-pori terhitung tinggi, pemakaian produk berbahan jelly WAJIB menggunakan kondom!
  • Tidak tahan minyak.
  • Dalam jangka waktu tertentu, warna dapat berubah jadi kusam. Perubahan bakal kian gegas jika tak disimpan dengan benar.
  • Keawetannya setara PVC, tetapi jauh di bawah thermoplastic atau silikon.
  • Karet jelly cenderung mengeras sendiri jika terlalu lama disimpan, apalagi bila tak pernah digunakan hingga berbulan-bulan.

Cara membersihkan piranti dewasa berbahan jelly.


PVC/Lateks

Keduanya merupakan bahan plastik/karet biasa seperti yang sering kita temui pada benda-benda plastik/karet di sekitar. Di berbagai belahan dunia, PVC justru identik dengan material dunia konstruksi. Padahal PVC (Polyvinyl chloride) adalah nama untuk jenis plastik polimer sintentis.

Prosedur pembuatannya harus mengalami metode pelunakan terlebih dahulu, agar produk dapat dibentuk sesuai desainnya. Pelunakannya masih menggunakan phthalates sehingga pemakai diwajibkan memakai pelindung.

Harga alat bantu berbahan dasar ini bisa murah sekali. Tawaran harga murah memang sebanding dengan “rasa” plastiknya. Alat bantu sex yang umum menggunakan bahan baku ini adalah vibrator kelas bawah.

Karakteristik PVC/Lateks

  • Ciri utamanya adalah rigid, keras dan solid, walau ada beberapa produk yang agak kenyal dan empuk (lateks).
  • Permukaan keset, tetapi biasanya dilicinkan dengan lapisan clear.
  • Tidak ada “feel” realistis, kesan plastiknya sangat ketara.
  • Pori-porinya sangat banyak, pemakaian WAJIB dengan pelindung (kondom).
  • Tidak tahan jika terkena minyak.
  • Tak tahan beban berat, mudah pecah atau patah.
  • Berisiko alergi bagi pemakai.
  • Cara pemakaian tak tepat dapat menyebabkan iritasi, selalu gunakan pelicin basis air (water-based lubricant).
  • Perawatan tepat membuatnya cukup awet.

Perawatan PVC/Lateks


Referensi : 1, 2


Rekomendasi Alat Bantu Sex




Info Lainnya




3 thoughts on “Bahan Baku Alat Bantu Sex

  1. Dimana tempat membeli silikon tersebut.
    Berapa harganya.
    Dan bagai mana cara membuat vagina silikonnya

    1. mohon maaf gan, kami tidak punya infonya, karena hanya berhubungan dengan produsen alat bantu sex, bukan dengan produsen silikon.

    2. Bahannya saya lihat di Alibaba ada banyak, tp di Alibaba adalah grosiran, minimal pembelian 100Kg dan enggak bisa kurang dr itu. Padahal master sex toys saya ada banyak dan terbaru hasil beli di Ebay. Kalau saja ada yg bisa mengadakan bahan X Toys, saya akan bikin yg mirip spt di luar negeri. Agar supaya bisa dinikmati semua kalangan di Indonesia dengan harga terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>